oleh

Partai Buruh Sah Menerima Surat Keputusan Kemenkumham

Jakarta, POPULERNEWS.COM – Konferensi Pers digelar Partai Buruh bersama 6 Konfederasi Serikat Buruh, di Kantor Partai Buruh Gedung FSPMI Lt 3, Jalan Pondok Gede No. 11, Kampung dukuh, Kramatjati, Jakarta Timur. Selasa, (12/4/2022)

Enam Konfederasi Serikat Buruh tersebut adalah Serikat Petani Indonesia (SPI), Jala PRT, UPC, Forum Guru Honorer, Gerakan Perempuan Indonesia, Buruh Migran, Ojol, Organisasi Pemuda dan Kemahasiswaan, serta 60 Federasi SP/SB tingkat nasional.

Dalam Konferensi Pers yang digelar secara hybrid, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyampaikan beberapa hal penting, yaitu pengumuman resmi Partai Buruh yang secara sah sudah menerima Surat Keputusan (SK)  Menkumham. Untuk itu, Partai Buruh siap mengikuti tahapan pemilu 2024.

Pada saat ini, Partai Buruh menyatakan menolak perpanjangan masa jabatan presiden atau 3 periode, dan rencana aksi besar-besaran melibatkan ribuan massa buruh untuk menolak issue tersebut;

Hari buruh atau May Day 2022 akan dilakukan pada 14 Mei 2022, karena bertepatan 1 Mei 2022 adalah malam takbiran. Dengan melibatkan sebanyak 100.000 – 150.000 buruh.

Selain itu, juga disampaikan tentang isu-isu kerakyatan yang menjadi agenda perjuangan Partai Buruh di tahun ini seperti, turunkan harga bahan pokok.

Partai Buruh tetap konsisten menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Ini dipandang inkonstitusional sebagaimana dinilai Mahkamah Konstitusi PP 56 turunan Omnibus Law itu harus ditolak. Apalagi, Omnibus law dibuat pada saat pandemi covid-19.

Partai Buruh juga mendesak disahkan RUU PRT dan menolak revisi UU Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Desakan lain dari Partai Buruh adalah agar pemerintah menurunkan harga bahan-bahan pokok, termasuk harga minyak goreng serta menangkap para mafia minyak goreng.

Selanjutnya, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menuntut agar perusahan membayar tunjangan hari raya (THR) buruh 100 persen, tanpa potongan.

Sudah tahun ketiga upah buruh tidak naik. Tidak naik upah buruh lebih berbahaya dari Covid-19. Akibatnya, banyak buruh yang memiliki banyak utang.

Oleh sebab itu, Said Iqbal juga menyerukan penolakan terhadap upah murah dan tolak kenaikan harga BBM.

Setiap masyarakat yang menerima upah, membutuhkan Partai Buruh

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menjelaskan, mengapa buruh pabrik, buruh tani, buruh kantor, buruh nelayan, guru honorer swasta dan guru ANS, buruh perempuan, perempuan termarjinalkan dan sebagainya, membutuhkan partai buruh.

“Para ibu jamu gendong, ibu tukang sayur, ibu penjual nasi, disabilitas, anak muda, PKL dan pedagang asongan, buruh informal, tukang ojek/ojol, tukang becak, sopir angkot, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Miskin kota, miskin desa, dan rakyat kecil, semuanya membutuhkan Partai Buruh sebagai alat perjuangan gerakan politik untuk mewujudkan negara kesejahteraan (walfare state)”, jelas Iqbal.

Dia menegaskan buruh tak perlu malu ikut berjuang. Ia meminta semua buruh ikut berdemo dan berani ambil resiko seperti para mahasiswa saat berdemo. [Red/PN]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed