oleh

Pembayaran Adat Berupa Uang Tunai Sebesar 2,5 Milyar Dan Upacara Bakar Darah 20 Ekor Babi Demi Proses Perdamaian Konflik Masyarakat Di Wamena

Wamena, POPULERNEWS.COM —  TNI-Polri dari Kodim 1702/Jayawijaya, Batalyon Infanteri 756/WMS dan Polres Jayawijaya bersama Forkopimda Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Nduga dan Kabupaten Lanny Jaya untul menyelesaikan konflik yang sedang terjadi antara dua kelompok masyarakat dari suku Nduga dan suku Lanny Jaya.

Penyelesaian permasalahan tersebut diawali dengan rapat koordinasi bersama oleh Forkopimda Kab. Jayawijaya, Kab. Nduga dan Kab. Lanny Jaya ikut serta dengan unsur TNI-Polri. Bertempat di Gedung Otonom Wenehule Huby, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (12/1).

Pada rapat tersebut, Bupati Kab. Nduga Wentius Nimiangge, S.Ak, S.Pd, MM., mengungkapkan, bahwa pihak keluarga korban Almarhum Yonas Kelnea dan Almarhum Luok Heluka, menuntut agar pelaku pembunuhan diproses hukum dan meminta pemberian santunan berupa uang tunai sebesar Rp. 2.500.000.000 dan 20 ekor babi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kab. Lanny Jaya Befa Jigibalom, M.Si., menyampaikan bersedia untuk memenuhi tuntutan korban khususnya masalah pembayaran denda dan santunan kepada keluarga korban.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang pada kesempatannya mendorong agar Pemerintah Daerah dapat segera melaksanakan proses perdamaian secara adat yaitu pembayaran adat dan upacara bakar darah, patah panah serta kedua belah pihak yang bertikai segera berdamai. Selain itu, pada saat perdamaian agar dihadirkan perwakilan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat dari masing-masing suku yang bertikai.

Selanjutnya, setelah pelaksanaan rapat tersebut, pada pukul 15.40 Wit, bertempat di rumah duka Kampung Elekma Distrik Napua Kab. Jayawijaya telah berlangsung penyerahan santunan, sesuai dengan tuntutan dari pihak keluarga korban. Yang disaksikan sekitar 1.500 masyarakat.

Rencananya pada Kamis (13/1), proses perdamaian akan dilangsungkan di Lapangan Sinapuk Distrik Wamena Kab. Jayawijaya.

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyampaikan, bahwa TNI akan menyikapi setiap permasalahan dengan pendekatan humanis. Dalam hal penyelesaian perang suku antara Suku Nduga dan Lany Jaya, diupayakan agar perdamaian segera dapat dilakukan, dengan mengedepankan Pemerintah daerah, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda.

Lebih lanjut, kata Brigjen TNI Izak Pangemanan, pihaknya meminta agar kedua suku yang bertikai, untuk menahan diri dan menghentikan perang suku. “Mari kita bersama menciptakan kondisi aman dan damai, agar pembangunan dapat berjalan dengan baik”, tutup Danrem. [davidngl/red]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed