oleh

Aksi Nekad Kepas Panagean Pangaribuan Memeras dan Mengancam Korban (HW) Untuk Berikan Uang 2,5 Miliar Ke LSM TAMPERAK

Jakarta, POPULERNEWS.COM — Ketua Umum LSM Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak), Kepas Panagean Pangaribuan (36) dan temannya Robinson Manik (46) resmi jadi tersangka pemerasan dan pengancaman dengan dalih memviralkan di sosial media, terhadap korban anggota Polisi (HW) dengan meminta uang 2,5 miliar rupiah, terkait pelanggaran SOP dalam penyelidikan yang ada di Polsek Menteng.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Jakarta Pusat menangkap Kepas Panagean Pangaribuan di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (22/11).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., menjelaskan dalam keterangan jumpa pers di Aula Mapolres. Jumat (26/11/2021).
Hasil pemeriksaan Propam tidak ditemukan adanya pelanggaran dari anggota (korban) tersebut. Artinya, kasus penangkapan pelaku begal sesuai prosedur.

Suasana kebatinan berpengaruh pada korban

“Korban ini takut diviralkan. Pihaknya juga mempunyai bukti voice note atau pesan suara yang dikirimkan Kepas Pangaribuan pada korbannya berisi pengancaman akan memviralkan ke media sosial. Takut diviralkan artinya suasana kebatinan itu banyak sekali polisi diviralkan oknum-oknum, suasana kebatinan itu berpengaruh terhadap korban ini,” jelas Hengki Haryadi.

Tersangka kena pasal berlapis

Lebih lanjut, kata Hengki, bukti lainnya penyidik juga menemukan pesan pengancaman dan pemerasan kepada anggota Polri sebesar Rp2,5 miliar. Saat memeras korban hingga miliaran rupiah itu, sempat terjadi negosiasi dengan anggota Polri tersebut hingga akhirnya disepakati uang senilai Rp250 juta.

Dalam kasus ini, tersangka Kepas Panagean Pangaribuan dikenakan Pasal berlapis yakni pasal 368 KUHP, 369 KUHP, serta pasal 27 (4) UU ITE dan akan ditambahkan persangkaan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman pidana lebih dari 5 tahun dan atau denda 1 miliar rupiah.[davidngl/red]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed