oleh

Waroeng Tedoeh Tempat Yang Nyaman Dan Sejuk Bagi Penikmat Kuliner

POPULERNEWS, Bantul — Semilir angin menerpa sejuk dan pemandangan pepohonan dan batuan saat pengunjung memasuki Waroeng Tedoeh, yang juga kental dengan nuansa klasik dan nyaman. Sangat cocok bagi semua kalangan pencinta kuliner baik tua dan muda.

Waroeng Tedoeh terletak di Desa Bangunjiwo, Kasiran, Bantul, Jogyakarta. Dan dapat ditempuh kurang lebih 30 menit dengan kendaraan dari pusat kota. Serta memiliki parkir yang cukup luas dengan di keliling pepohonan jati yang dipadu dengan bangunan berbahan batu alam, jadi lebih terkesan alami.

 

Seperti hari-hari sebelumnya, Waroeng Tedoeh selalu didatangi pengunjung yang suka dengan menu yang tersedia di sini. Walau terbilang belum lama dibangun, namun sudah banyak masyarakat yang mengenal dan mencicipi hidangannya.

Apalagi, pengunjung bisa menikmati makan dan minum dengan nyaman berupa bangunan pendopo dan gazebo. Sedikitnya ada 20 tempat yang akan ada penambahan gazebo lainnya.

Di tambah lagi menu yang disajikan adalah menu nusantara, dengan menu andalannya Ingkung Tenong (olahan ayam kampung), Garang Asem,  Pepes Nila yang memiliki cita rasa tersendiri.

Menurut owner Waroeng Tedoeh Mbak Chandra yang didampingi Mas Henry sebagai Manajernya, yang masih ada hubungan keluarga. Menjelaskan sedikit rahasia keistimewaan menu Ingkung Tenong, adalah daging ayam yang direbus dengan racikan khusus selama 2 jam, dengan hanya menggunakan kayu bakar yang banyak ditemui di sekitar area ini. Proses memasak serta bumbu yang diracik seperti itu membuat menu ingkung tenong memiliki cita rasa tersendiri, yang membuat akan ketagihan untuk datang kembali.

Menurut Mas Henry, “untuk varian minuman yang ditawarkan cukup bervariasi, ada wedang “seruni”, teh poci, es dawet, es cincau. Bahkan, bahan cincau, cendol dan beberapa bahan lainnya dibuat sendiri, bukan dari pabrik. Sekitar 80 persen merupakan olahan langsung Waroeng Tedoeh”, kata Mas Henri.

Soal harga makanan dan minuman di sini, dijamin sangat terjangkau. Para pelajar, mahasiswa, kaum muda, bahkan ada juga artis Ibukota datang ke sini, hanya sekedar untuk mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah sambil menikmati makan, minum ataupun berswafoto.

Sebelum terjadi pandemi covid-19 banyak pengunjung yang datang, bahkan rela untuk menunggu antri (waiting list). Setelah dilanda pandemi covid-19 Waroeng Tedoeh sempat tutup sebulan. Sejak PPKM level 3 berlaku, pengunjung belum begitu ramai, masih sekitar 40 persen.

Selama PPKM level 3 dan pemerintah mulai memberi kelonggaran, waroeng tedoeh buka setiap hari dari  pukul 10.00 – 17.00 Wib. Dengan penerapan prokes yang ketat.***[Novrita/red]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed