oleh

Khas Muara Lakologou, Belahan Bumi Buruan Para Penikmat Alam

-Parbud-18 views

Kasamea Travel

Sultra,Populer News.com-Panoramanya eksotis begitu indah dan segar dipandang mata, anda pasti kagum dan takjub dibuatnya. Di Muara lakologou.

Berada disini anda akan betah untuk berlama-lama, ditemani merdu kicauan aneka burung, juga kawanan ikan yang sesekali muncul di permukaan air, seakan hendak menyapa. Bila beruntung, anda juga dapat melihat spesies langka kepiting bakau (Scylla) berukuran raksasa, yang hanya sesekali terlihat, sangat jarang penampakannya.

Belum lagi, bila anda dapat menyaksikan gerombolan Walet yang menghitam, beterbangan menutupi langit diatas kepala.

Udara nan sejuk, bias cerah hamparan langit biru, hijau dedaunan pohon Nipa berderet rapi berusia puluhan bahkan ratusan tahun, akan menghantarkan anda larut dalam suasananya yang khas.

Sedikitnya enam jenis tumbuhan mangrove yang tumbuh subur dihamparan luas Muara Lakologou: Avicennia marina, Rhizophora mucronate, Ceripos tagal, Sonneratia alba, S. caesiolaris, dan Nypa fruticans. Ada pula budidaya tambak di sekitarnya.

Muara Lakologou letaknya 8 KM (waktu tempuh 15 menit) dari pusat Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Indonesia.

Hamparan surga tersembunyi yang tepat bersebelahan dengan pemukiman penduduk, dan garis pantai. Diapit tiga Kelurahan, yakni Kelurahan Lakologou, Lowu-lowu dan Kelurahan Liabuku.

Satu-satunya destinasi wisata hutan mangrove yang membentang luas, dengan aliran sungai bak ular panjang meliuk, di Kota Baubau. Sebuah negeri berjuluk Khalifatul Khamis, eks Kesultanan Buton, pemilik Benteng Terluas di Dunia.

Muara Lakologou kini menjadi tujuan utama, incaran para pelancong, penikmat alam. Begitupun para peneliti, yang tak hanya datang dari dalam negeri, melainkan juga datang dari manca negara.

Destinasi ini memiliki luas plus minus 55.000 Ha, terbagi atas dua, kawasan A dengan luas 47.045844 dan kawasan B dengan luas 8.78185 Ha (hitungan interpretasi visual dari citra satelit resolusi spasial tinggi/CSRT wilayah Kota Baubau).

Muara Lakologou senantiasa terjaga kelestariannya. Kearifan lokal warga setempat dalam menjaga alam sekitarnya, masih terus dipertahankan secara turun temurun, sejak jaman dahulu warisan para Leluhur. Bijak mereka mengambil secukupnya dari apa yang disediakan alam, untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Di Muara Lakologou warga menggantungkan hidup, dengan menangkap ikan, menangkap kepiting, hingga memetik dedaunan pohon Nipa untuk dianyam menjadi atap rumah. Semua masih mereka lakukan secara tradisional.

Menikmati eksotisme khas Muara Lakologou anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Hanya dengan Rp 150.000,- anda sudah bisa menyusurinya, mengecap karya Agung Sang Pencipta, bersama tiga orang sampai empat orang keluarga atau sahabat.

Selama 2 jam anda akan diantar memasuki sisi lain belahan Bumi Anoa, dengan menumpang perahu (warga setempat menyebutnya Katinting). Dijamin aman, nyaman, dan anda akan membawa kesan yang takkan terlupakan.(Muhidin)

~ Selamat Berkunjung ~

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed